Senin, 12 Juli 2010

Perbincangan dengan Dalai Lama

Siang ini saya berkesempatan mengikuti perbincangan dengan Dalai Lama - pimpinan spiritual masyarakat Tibetan Budhis - yang pasti sudah dikenal hingga ke pelosok dunia. Sejak serbuan China ke Tibet, Dalai Lama tinggal di lokasi yang disebut Little Lasha di India Utara tahun 1959 saat suaka disetujui oleh Perdana Menteri Nehru ketika itu.

Little Lasha berubah menjadi kota kecil dengan nuansa Tibet yang saya kental. Penduduk Tibet di "pengasingan" demikian dunia menyebutnya, membawa dan menghidupkan kebudayaan mereka di sini. Dan di sinilah Dalai Lama telah tinggal hampir selama 50 tahun.

Perbincangan dengan Dalai Lama kali ini saya ikuti dari sebuah program di salah satu televisi swasta nasional, di mana pembawa acara mengunjungi langsung Dalai Lama di Liittle Lasha untuk melakukan wawancara eksklusif.

Pesannya tidak berubah sejak dulu, tentang kedamaian dan kebijaksanaan. Ia bagai inspirasi banyak orang di muka di bumi. Namun dalam kesederhanaannya, Beliau selalu berkata bahwa ia hanyalah seorang manusia biasa, hanya saja dalam usia yang cukup senja dan setelah melewati kehidupan dengan banyak masalah, mungkin beberapa pengalamannya dapat bermanfaat bagi beberapa orang yang mendapatkan masalah yang serupa.

Ia berpesan bahwa manusia harus bisa mengembangkan kasih sayang yang tak terbatas dalam diri masing-masing, karena pada dasarnya setiap orang memiliki potensi yang sama untuk melahirkan kasih sayang dalam dirinya untuk semua bentuk kehidupan.

Sederhananya, karena sebuah batin yang penuh kasih sayang saja yang tidak akan dipengaruhi oleh amarah, di mana amarah akan memunculkan kebencian dan kebencian melahirkan konflik.

Banyak pesan Beliau yang lain, namun tak bisa saya sampaikan satu per satu di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar