Selasa, 01 Juni 2010

Sisipkan Satu

Aku tak pandai berpantun
Tak juga bersyair
Tangan-tanganku kosong
Seperti juga bait yang melompong

Mengapa ada harus
Ketika engkau tak suka
Apa hidup mesti ikut arus?
Walau kita tak pinta

Sajak itu jadinya hanya sepatu kuda
Ia selalu bilang sisipkan satu
Lebih parah lagi kaca mata kuda
Bagai pandangan selalu terpaku

Ah..., kau hendak berteriak
Tapi lidah bak terlindas gerobak
Tak sanggup bicara tentang akhlak
Hidup kotor bagai kecoak

Sisipkan satu
Di antara tali sepatu
Harapan yang teruntai perdu
Buatmu melangkah terpadu

Biar langit bergelora
Dan awan berarak peluh nestapa
Pesanku tetap sama serupa
Sisipkan satu yang kita punya

Kagetkan dunia
Bangunkan dia
Sisipkan satu yang mulia
Maka semuanya kan purna

Ah..., kau ulangi lagi jadinya....

Terkirim dari telepon Nokia E71 | www.legawa.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar