Minggu, 27 Juni 2010

Jika Aku Berdiam

Dalam banyak kesempatan biasanya aku hanya berdiam, walau banyak dari orang-orang akan berlari meraih kesempatan itu. Tapi apa yang saya lihat bukan semuanya untuk apa yang ada jauh di hadapan saya. Namun apa-apa yang ada di sekitar saya.

Pernahkah seseorang mengikuti lomba lari lintas alam? Sayang sekali jika yang ada di pikiran hanya garis akhir dan hadiah yang mungkin dimenangkan bukan? Apakah kita tidak sempat melihat apa yang ada di sekitar kita ketika lomba lari itu?

Apakah kita melihat awan-awan yang bergumul di langit cerah, ranting dan dedaunan hijau yang tertiup angin lemah, gemericik air di sungai-sungai kecil, atau pun bentangan persawahan rakyat.

Apakah kita melihat ada seorang anak kecil yang terjatuh dari sepedanya, dan terluka. Apakah kita mendengar suara tangisannya? Apakah kemudian kaki kita terus berlari dan barlalu? Ataukah kita akan hadir sebagai kata penghiburan bagi tubuh kecil yang terluka dan malang itu dan meredakan tangis dan sakitnya?

Kita mungkin memiliki tujuan yang ada jauh di depan, namun ada hal-hal di sekitar kita, kecil mungkin dalam pandangan beberapa orang. Namun itu semua juga bagian dari kehidupan. Saya sering kali terdiam, karena jika saya bergerak, mungkin saja ada bagian dari kehidupan yang terlewatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar